Miris!!! Lambang Garuda Diinjak Saat Aksi Demonstrasi di Aceh, Massa Sampaikan Sejumlah Tuntutan
BANDA ACEH – Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh yang digelar di Banda Aceh pada Sabtu, 15 Agustus 2026, berujung ricuh setelah terjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan. Dalam insiden tersebut, beredar video yang memperlihatkan lambang Garuda dicopot dari sebuah bangunan dan kemudian diinjak oleh sejumlah peserta aksi.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik karena lambang Garuda merupakan simbol negara yang menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Rekaman video yang beredar luas di media sosial memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Berdasarkan berbagai laporan yang beredar, aksi awalnya merupakan bagian dari kegiatan memperingati Hari Damai Aceh atau peringatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki tahun 2005 yang mengakhiri konflik berkepanjangan di Aceh.
Dalam kegiatan tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan pelaksanaan butir-butir MoU Helsinki, penguatan kewenangan khusus Aceh, pengelolaan sumber daya alam, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penyelesaian berbagai persoalan yang dinilai belum tuntas sejak perdamaian tercapai.
Situasi mulai memanas ketika terjadi ketegangan terkait pengibaran bendera Bulan Bintang yang hingga kini masih menjadi isu sensitif. Ketegangan kemudian berkembang menjadi kericuhan yang melibatkan sebagian peserta aksi dan aparat keamanan.
Selain aksi pencopotan lambang Garuda, sejumlah laporan juga menyebutkan adanya perusakan fasilitas dan bentrokan yang menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka. Aparat keamanan kemudian melakukan pengamanan di sejumlah titik untuk mengendalikan situasi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi yang menyebut bahwa tindakan pencopotan dan penginjakan lambang Garuda mewakili seluruh peserta aksi maupun masyarakat Aceh secara umum. Berbagai pihak juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga suasana damai yang telah terbangun selama lebih dari dua dekade terakhir.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik nasional dan diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog serta langkah-langkah yang mengedepankan hukum dan perdamaian demi menjaga stabilitas di Aceh.
Redaksi Dairi Tiger akan terus memantau perkembangan peristiwa ini dan menyajikan informasi lanjutan berdasarkan keterangan resmi dari pihak terkait. (RED/KR)
Komentar
Posting Komentar