Bentrokan Sengketa Lahan Pangguruan Libatkan Sekitar 50 Massa, Empat Orang Luka dan Ekskavator Dibakar

DAIRI — Sengketa lahan di Desa Pangguruan, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, memanas hingga berujung bentrokan pada Sabtu (29/8/2026). Peristiwa yang melibatkan sekitar 50 orang tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami luka dan satu unit alat berat jenis ekskavator dibakar.

Bentrokan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan perladangan Tombak Lama/Tombak Batu Ganda, Dusun III Tinorpa/Tamboro, Desa Pangguruan.

Kapolsek Sumbul AKP Rapolo Tambunan membenarkan adanya bentrokan tersebut. Saat dikonfirmasi, ia menyebut polisi bersama personel Polres Dairi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan.

“Masih penyelidikan ya. Benar, ada kurang lebih 50 orang bentrok hingga satu unit alat berat dibakar. Ada korban luka dibawa ke RSUD,” ujar Rapolo.

Tiga Warga Mengaku Menjadi Korban

Dalam peristiwa tersebut, Syahril Siboro (42), Jonnes Siboro (42), dan Jamilun Sihotang (54) dilaporkan mengalami luka dan mendapatkan perawatan medis.

Syahril mengatakan, mereka mengalami luka pada bagian tangan, kepala dan sejumlah bagian tubuh setelah terjadi pemukulan serta pelemparan batu.

Menurut keterangannya, saat kejadian mereka sedang berada di lokasi untuk melakukan pekerjaan pembukaan jalan usaha tani menggunakan ekskavator.

Syahril menyebut pekerjaan tersebut dilakukan di lahan seluas sekitar 20 hektare yang menurut pihaknya berada dalam penguasaan keluarga Kajiman Sihotang.

Sekitar pukul 11.00 WIB, massa dalam jumlah besar datang ke lokasi. Menurut Syahril, situasi kemudian memanas hingga terjadi pemukulan, pelemparan batu dan pembakaran ekskavator.

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Robert Edward Sihotang Juga Mengalami Luka

Pada rangkaian bentrokan yang sama, Robert Edward Sihotang juga dilaporkan mengalami luka.

Robert mengalami luka robek pada bagian kepala dan luka pada bagian punggung. Ia kemudian dievakuasi ke RSUD Sidikalang dan menjalani perawatan.

Pihak keluarga Robert melalui Hotman Sihotang kemudian membuat laporan ke Polres Dairi terkait dugaan penganiayaan terhadap Robert.

Dalam laporan tersebut, tiga orang disebut sebagai terlapor, yakni Syahrin Sihotang, Jamilun Sihotang dan MHD. Herijal Solin.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penganiayaan secara bersama-sama. Namun, hingga perkembangan terakhir, status hukum para terlapor masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Sedikitnya Empat Orang Dilaporkan Luka

Dari sejumlah informasi yang dihimpun, sedikitnya empat orang dilaporkan mengalami luka dalam bentrokan tersebut.

Tiga orang yakni Syahril Siboro, Jonnes Siboro dan Jamilun Sihotang mengalami luka setelah berada di lokasi pembukaan jalan usaha tani.

Sementara Robert Edward Sihotang mengalami luka pada bagian kepala dan punggung serta menjalani perawatan di RSUD Sidikalang.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian serta peran masing-masing pihak dalam bentrokan tersebut.

Ekskavator Dibakar

Selain menimbulkan korban luka, bentrokan juga menyebabkan satu unit ekskavator dibakar.

Alat berat tersebut sebelumnya digunakan dalam pekerjaan pembukaan jalan usaha tani di kawasan lahan yang hingga kini masih menjadi objek sengketa.

Pembakaran alat berat menjadi salah satu bagian dari peristiwa yang turut didalami aparat kepolisian.

Sengketa Lahan Jadi Latar Belakang

Bentrokan diduga berkaitan dengan sengketa penguasaan lahan yang telah berlangsung cukup lama di kawasan tersebut.

Pihak yang berada di lokasi pekerjaan menyatakan lahan tersebut memiliki dasar penguasaan dan dokumen yang menurut mereka mendukung hak atas tanah.

Sementara pihak lainnya memiliki klaim berbeda terhadap kawasan yang sama dan mempersoalkan aktivitas penguasaan maupun pembukaan lahan.

Karena status dan riwayat penguasaan tanah masih menjadi bagian dari sengketa, berbagai klaim mengenai kepemilikan, luas lahan, sertifikat, hibah maupun putusan pengadilan masih perlu diverifikasi berdasarkan dokumen dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Polisi Selidiki Bentrokan

Polres Dairi masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengungkap secara utuh bagaimana bentrokan bermula, siapa saja yang terlibat, bagaimana masing-masing korban mengalami luka, serta siapa yang bertanggung jawab atas pembakaran alat berat.

Dengan adanya laporan dari pihak-pihak yang berbeda, seluruh keterangan diharapkan dapat diperiksa secara objektif berdasarkan saksi, bukti dan hasil olah TKP.

Mediasi Dijadwalkan 2 September

Di tengah proses penyelidikan, upaya penyelesaian sengketa melalui mediasi juga masih dilakukan.

Pertemuan mediasi berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 2 September 2026 di Kantor Camat Sumbul.

Sebelumnya, para pihak disebut telah mengikuti pertemuan dan menyepakati status quo. Namun, aktivitas alat berat di kawasan yang masih disengketakan kembali memicu ketegangan hingga akhirnya terjadi bentrokan.

Kini, selain proses hukum yang berjalan, masyarakat juga menantikan hasil mediasi untuk mencari jalan keluar atas konflik lahan yang telah berlangsung lama tersebut.

Dairi Tiger akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk proses penyelidikan Polres Dairi, kondisi para korban, serta hasil mediasi yang dijadwalkan pada 2 September 2026. (RED/KR)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miris!!! Lambang Garuda Diinjak Saat Aksi Demonstrasi di Aceh, Massa Sampaikan Sejumlah Tuntutan

13 Orang Dipanggil Jadi Saksi Kasus PT Gruti Belum Hadir di Polres Dairi

BGN Siapkan Sistem Digital MBG, Orang Tua Nantinya Dapat Memantau Menu dan Penyedia Makanan